blog berisi artikel pendidikan kesehatan agama komputer otomotif seni sains

Teknik-Teknik Penilaian Kelas

Share FB Tweet Share on G+ Submit to Digg

Teknik Penilaian
Beragam teknik dapat dilakukan untuk mengumpulkan informasi tentang kemajuan peserta didik, baik yang berhubungan dengan proses belajar maupun hasil belajar. Teknik penilaian pada dasarnya untuk mengetahui pencapaian hasil belajar berdasarkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. Penilaian kompetensi dasar dilakukan berdasarkan indikator-indikator pencapaian kompetensi yang memuat satu ranah atau lebih. Berdasarkan indikator-indikator ini dapat dilakukan  penilaian yang sesuai, apakah dengan tes tertulis, observasi, tes praktek, penugasan perorangan atau kelompok. Ada tujuh teknik penilaian yang dapat digunakan, yaitu penilaian unjuk kerja, penilaian sikap, penilaian tertulis, penilaian proyek, penilaian produk, penggunaan portofolio, dan penilaian diri.
1.       Penilain unjuk Kerja
Penilaian unjuk kerja merupakan penilaian yang dilakukan dengan mengamati kegiatan peserta didik dalam melakukan kegiatan pembelajaran. Penilaian ini cocok digunakan unutk menilai ketercapaian kompetensi yang menuntut peserta melakukan tugas tertentu, seperti : praktek di laboratorium, praktek solat, praktek olah raga, presentasi, diskusi, bermain peran, memainkan alat musik, bernyanyi, membaca puisi, membaca Al- Quran . Cara ini diangap lebih  valid dari pada tes tertulis, karena yang dinilai lebih mencerminkan kemampuan  peserta didik yang sebenarnya.
Teknik penilain unjukkerja perlu dilakukan dalam bernagi konteks unutk menetapkan tingkat pencapaian kemampuan tertentu. Untuk mengamati unjuk keerja peserta didik dapat digunakan alat atau instrumen berikut:
Daftar Cek (Check-list). Penggunana daftar cek( benar-salah), peserta didik memperoleh nilai bila kriteria penguasan kompetensi tertentu dapat diamati oleh penilai. Jika tidak dapat diamati, maka peserta didik tidak dapat nilai. Kelemahan teknik ini adalah hanya memiliki dua pilihan mutlak, misalnya benar- salah, baik- tidak baik. Tidak ada nilai tenmgah, namun penggunaan teknik ini lebih praktis digunakan mengamati subjek ddalam jumlah besar.
2.       Penilaian sikap.
Sikap peserta didik terhadap objek mengenai perasan suka atau tidak suka. Sikap terdiri dari tiga komponen yaitu; afektif, kognitif, dan konatif. Komponen afektif adalah  perasaan yang dimiliki oleh peserta didik terhadap objek. Komponen konatif addalah kecendrungan untuk berprilaku atau berbuat dengan kehadiran objek. Komponen kognitif addalah kepercayaan atau keyakinan seseorang mengenai objek. Objek yang dimaksud adalah, Sikap terhadap mata pelajaran, sikap terhadap pendidik, sikap terhadap proses pembelajaran, sikap terhadap norma yang berhubungan dengan suatu materi pelajaran,
 Penilain sikap dapat dilakukan dengan beberapa cara antara lain: observasi perilaku, pertanyaan langsung, laporan pribadi.
3.       Penilaian tertulis
Penilaian tertulis dilakaukan dengan tes tertulis. Soal maupun jawaban dalam bentuk tulisan. Ada dua bentuk tes tertulis, yaitu :
*)  Memilih jawaban, yang dibedakan menjadi:
a. pilihan ganda
b. dua pilihan (benar-salah, ya-tidak)
c. menjodohkan
d. sebab akibat
*)  Mensuplai jawaban,  dibedakan menjaddi:
 a. isian atau melengkapi,
 b. jawaban singkat,
 c. Uraian
4.       Penilaian Proyek.
       Penilain proyek  merupakan penilaian terhadap suatu tugas yang harus diselsaikan dalam periode tertentu. Tugas tersebut harus dari perencanaan, pengumpulan data, pengorganisasian, pengolahan, dan penyajian data. Contoh penelitian sederhana tentang air di rumah, Penelitian sederhana mengenai harga sembako.
5.       Penilaian Produk
Penilaian produk adalah  penilain terhadap proses pembuatan dan kualitas suatu produk.  Ada tiga tahapan proses pengembangan produk yaitu, tahap persiapan. Tahap pembuatan (proses), tahap penilaian produk (apprasial). Teknik penilaian produk biasanya mengunakan cara holistik dan analitik. Holistik adalah penilain berdasarkan kesan keseluruhan dari produk (hanya menilai pada bentuk akhir/apprasial), sedangkan cara analitik adalah penilain berdasarkan tiga aspek pada semua tahapan proses pengembangan.
6.       Penilaian Portofolio
Penilaian porofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang berdasarkan pada kumpulan informasi yang menunjukan perkembangan kemampuan  peserta didik   dalam satu periode tertentu. Informasi terrsebut dapat berupa karya pserta didik, hasil tes(bukan nilai) atau informasi lainnya yang terkait dengan kompetensi terrtentu dalam satu mata pelajaran. Hal-hal yang perlu diperhatikan dan dijadikan pedoman dalam penggunanan  penilaian portofolio adalah,
1.       Karya peserta didik adalah benar-benar karya siswa.
2.       Saling percaya antara pesera didik dengan pendidik
3.       Kerahasian bersama antara pendidik dengan peserta didik
4.       Milik bersama
5.       Kepuasan
6.       Kesesuaian
7.       Penilaian berdasarkan  proses dan hasil
8.       Penilaian menjadi acuan kegiatan pembelajaran selanjutnya.
7.       Penilain diri ( self assessment )
Adalah suatu teknik penilaian dimana  peserta didik diminta unutk menilai dirinya sendiri. Unutk tingkat sekolah dasar tentunya perlu bimbingan dari guru. Penialan diri memiliki dampak positif ,antara lain :
1.       Dapat menmbuhkan rasa percaya diri
2.       Peserta didik menyadari kekuatan dan kelemahan dirinya
3.       Mendorong berbuat jujur

Tag : PENDIDIKAN
0 Komentar untuk "Teknik-Teknik Penilaian Kelas"

Herbal Zon | Mekar Hias | Area Kicau | Za ponsel | Info Dinas
Back To Top